jalan desa

jalan desa
perbaikan jalan

Jumat, 04 Juli 2014

jalan desa tekorejo tuan ulung


Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit.
mungkin itulah slogan pembangunan yang diterapkan di Desa  Tekorejo, tuan ulung yang ber-kecamatan di Buay Madang Timur itu merupakan kawasan yang tergolong terisolir dari daerah perkotaan. bagaimana tidak, untuk menemukan jalan aspal dari Desa ini paling tidak dibutuhkan waktu sedikitnya 45 menit dengan kondisi jalan yang bergelombang. bukan tidak berupaya memperbaikinya, namun akses jalan Desa yang begitu jauh, membuat pemerintah Desa tidak sanggub jika semua perbaikan jalan dibebankan kepada pemerintah Desa dan masyarakat  Tekorejo. parahnya lagi, dari rata-rata jalan akses keluar kota, merupakan jalur yang tidak melewati pemukiman penduduk, hal ini tentu memicu terjadinya tindak kriminal yang seolah selalu menghantui setiap masyarakat OKU Timur ketika malakukan perjalanan. namun PEMDES  Tekorejo sendiri telah membentuk PAM SWAKARSA yang diharapkan dapat mengatasi keamanan jalan, paling tidak  meminimalisir terjadinya tindak kriminal dijalan, tentu hal ini disambut gembira oleh masyarakat  Tekorejo yang selalu mengharapkan kenyamanan dan keamanan dijalan.
jika dilihat dan diperbandingkan, kemajuan Desa  Tekorejo tergolong pesat. tahun 1999  Tekorejo masih sama seperti Desa-Desa sekitarnya, namun sekarang  Tekorejo telah menjelma menjadi ikon-nya kemajuan bahkan sebagai indikator kemakmuran Di Buay Madang Timur. dari basic-nya Desa  Tekorejo bertumpu pada penghasilan perkebunan, karena luas dataran lebih luas dibanding persawahan. l



lalu seperti apakan pemerintah  Tekorejo menerapkan peraturan Desa, menerapkan pengelolaan keuangan Desa sehingga mampu berinovasi sebagai Desa unggulan di BMT. Jawabanya adalah aturan yang disepakati berdasarkan kepentingan bersama, dengan agenda pemerataan kesejahteraan masyarakat maka PEMDES  Tekorejo mengumpulkan dana dari hasil phe (pajak penghasilan) sebesar Rp 400/kg dari penjualan karet. dari sinilah pengelolaan dana Desa tumbuh subur dan digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat  Tekorejo. dari hasil phe tersebut didapat dana Desa sekitar paling sedikit Rp. 95.000.000—Rp. 110.000.000 per bulan. sehingga dalam satu tahun sudah pasti anggaranya mencapai 1 milyar lebih. dari kuota yang didapat akan diaplikasikan untuk kepentingan Desa diantaranya,

1.       Pembayaran Listrik PLN Masyarakat  Tekorejo Ditanggung Oleh Desa.
2.       Tunjangan Untuk Guru/Ustadz Tingkat TKA Sampai TPA Dalam Satu Desa Sekitar 60 Ustadz.
3.       Tunjangan Untuk Seluruh Perangkat Desa.
4.       Pajak Bumi Dan Bangunan PBB Di Bayar Oleh Desa.
5.       Dan Hal-Hal Yang Menyangkut Kepentingan Desa Termasuk Masalah Keamanan Desa.



ketentuan diatas telah diatur dan diterapkan berdasarkan hasil musyawarah yang telah disetujui oleh masyarakat dan pemerintah Desa  Tekorejo, sehingga bisa terwujud pemerataan kesejahteraan dan membantu perekonomian tingkat bawah.
pada tanggal 28 bulan april 2014 pemerintah Desa  Tekorejo beserta masyarakat melakukan kegiatan paling berkesan yaitu pengerasan jalan yang ditempatkan di titik lokasi rawan rusak seperti tanjakan-tanjakan yang selama ini menjadi momok bagi kendaraan yang melintas. meskipun belum sepenuhnya jalan Desa dapat diperkeras, namun ini sudah menjadi sugesti positif bagi masyarakat yang selama ini merindukan kelayakan jalan. selain dari dana pendapatan Desa ada juga dana dari SPPIDES (Stimulan Percepatan Pembangunan Insfratruktur Desa) dan juga ADD (anggaran dana Desa) dari pemerintah. dari dana tersebut dapat diaplikasikan pengecoran jalan dengan lebar 4 M, Tebal 20 cm, dan panjang sekitar 1025 meter dengan kontruksi besi behel 8 inc ditengahnya dengan diameter anyaman 15 cm persegi yang di bagi di beberapa dusun pada titik rawan rusak. jika dilihat dari panjang bangunan memang belum memenuhi total dari keseluruhan jalan induk Desa yang panjangnya sekitar 5 km. namun dari kontruksi yang dihasilkan sudah sangat memnuhi standar dari sebuah bangunan. proyek awal ini menelan biaya sekitar Rp. 461.503.000 dengan peran serta masyarakat sebagai tenaga utama dalam terlaksananya pembangunan di Tekorejo.